Sabtu, 07 Mei 2016

Akibat sindrom metabolik yang berkaitan dengan pola makan dan obesitas yang menyebabkan hipertensi dan stroke





Salah satu penyebab terjadinya stroke adalah sindroma metabolik yang merupakan suatu masalah kesehatan yang sering dijumpai dan didapat dalam kehidupan yang meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular lainnya

Yang dimaksud sindrom metabolik adalah gangguan metabolik yang berkaitan erat dengan resistensi urine hipertensi dislipidemia serta proses arterosklerosis organ penting yang terlibat adalah pembuluh darah jantung jaringan lemak hati dan rangka otot hal ini sangat berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh mulai dari detoksifikasi toksin pembentukan kolesterol perlemakan hati atau Fatty liver resistensi urin merupakan hal umum yang ditemukan pada perlemakan hati kejadian stroke juga berkaitan erat dengan sindroma ini dan kejadian diabetes melitus tipe 2 serta obesitas atau kegemukan di dalam perut atau kejadian sindroma metabolik Penyebab stroke semakin meningkat sejalan dengan terjadinya modernisasi perubahan pola makan yang tinggi yang banyak mengandung lemak kurangnya aktivitas fisik serta pengerasan pembuluh darah akibat pengaruh rokok  insiden sindroma ini terus meningkat di negara-negara mampu atau maju maupun negara-negara berkembanginsiden sindroma ini terus meningkat di negara-negara mampu atau maju maupun negara-negara berkembang seperti di Indonesia hasil penelitian yang dilakukan oleh himpunan studi obesitas Indonesia yang disingkat hisobi didapatkan prevalensi 24 koma 4% kejadian stroke dari 3429 populasi yang telah diteliti

WHO atau World health organization sendiri memberi batasan mengenai sindroma metabolik pada tahun 1988 Albert dan zimet atas nama w h o menyampaikan definisi sindroma metabolik berkaitan erat dengan komputer yang Guan pengaturan glukosa dan atau diabetes resistensi urine hipertensi dislipidemia dengan trigliserida plasma lebih besar dari 150 mg per dl atau kolesterol HDL lebih kecil 35 MG per dl untuk pria lebih kecil 39 MG per dl untuk wanita suatu fenomena klinis yang terjadi dengan obesitas Sentral menjadi indikator utama terjadinya sindrom metabolik sebagai dasar pertimbangan dikeluarkannya diagnosis terbaru tahun 2014 seorang dikatakan menderita sindrom metabolik bila mengalami obesitas Sentral lingkar perut lebih besar 90 cm untuk pria Asia dan lingkar perut lebih besar 80 cm untuk wanita asia ditambah 2 dari faktor berikut 

1 trigliserida lebih besar 150 mg per dl atau dengan kata lain 1,7 ML per liter atau sedang dalam pengobatan untuk hipertrigliseridemia

2 HDL strip C lebih kecil dari 40 miligram per dl dengan kata lain 1,303 ML per liter pada pria dan lebih kecil 50 mg per dl 1,290 per liter pada wanita atau sedang dalam pengobatan untuk meningkatkan kadar HDL seri C

3 tekanan darah atau hipertensi sistolik lebih besar dari 130 mmhg atau diet diastolik lebih besar dari 85 mmhg atau sedang dalam pengobatan hipertensi

4 gula darah puasa atau GDP lebih besar 100 mg per dl dengan kata lain 5,6 ML per liter atau diabetes tipe 2 hingga saat ini masih ada kontroversi tentang penggunaan kriteria indikator sindrom metabolik yang terbaru tersebut

World health organization atau disingkat WH o menyatakan bahwa obesitas merupakan salah satu dari 10 kondisi yang beresiko di seluruh dunia dan salah satunya dari 5 kondisi yang beresiko di negara-negara berkembang di seluruh dunia lebih dari satu miliar orang dewasa adalah overweight dan lebih dari 300.000.000 orang masalah obesitas disebabkan oleh dua faktor yaitu adanya peningkatan asupan makanan dan peningkatan pola hidup sedentaryless

Persamaan keseimbangan energi adalah sederhana untuk menjaga berat badan yang stabil diperlukan keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar tapi sangatlah sulit bagi seseorang untuk mengatur asupan dan pengeluaran energinya asupan makanan semakin meningkat karena ketersediaan beragam makanan yang semakin banyak sangat mudah untuk didapat sangat dan sangat murah dalam waktu yang bersamaan makanan siap saji semakin bervariasi dari tahun ke tahun semakin aktivitas fisik semakin berkurang kemajuan teknologi pada saat kerja maupun santai orang semakin mengurangi kegiatan fisik obesitas merupakan komponen utama terjadinya sindrom metabolik Selain sebagai tempat penyimpanan lemak sel adiposa merupakan organ yang memproduksi molekul bioaktif adipokin seperti sitokin Pro inflamasi hormon anti inflamasi dan substansi biologi lainnya ( diambil dari obat hipertensi )

Obesitas menyebabkan ekspresi  sitokin proinflamasi meningkat di dalam sirkulasi sehingga mengakibatkan inflamasi dinding vaskular obesitas yang diikuti dengan peningkatan metabolisme lemak dan menyebabkan peningkatan produksi reactive oxygen species baik di sirkulasi maupun di sel adiposa meningkatkan Ros di dalam sel adiposa dapat produksi reactive oxygen species baik di sirkulasi maupun di sel adiposa meningkatkan Ros di dalam sel adiposa dapat menyebabkan